Cara Menaksir Harga Rumah
Bekas Pakai
Pada artikel
lain di website ini kita telah mengetahui soal bagaimana kita bisa mengajukan
kredit kepada bank dengan menggunakan agunan rumah (sertifikat rumah). Tentu
saja pihak bank akan melihat, mengecek langsung kondisi rumah yang jadi agunan
tersebut untuk kemudian menentukan berapa besaran pinjaman maksimal yang bisa
diperoleh si pemiliki rumah.
Pertanyaannya
yang kemudian seringkali diajukan adalah bagaimana kita bisa menaksir harga
rumah bekas yang kita miliki? Tentu saja banyak pihak yang membutuhkan
informasi mengenai hal ini. Informasi ini berguna baik bagi anda yang mau
mengajukan pinjaman dengan agunan rumah, ataupun anda yang hendak menjual atau
menyewakan rumah anda.
Pada
dasarnya kegiatan menaksir harga rumah bekas ini bisa diperoleh melalui
beberapa metode yang berbeda, kendati ditemukan benang merah di tiap metodenya.
Apa saja metode tersebut dan bagaimana mereka digunakan? Berikut uraiannya.
:: Metode
Nilai Pasar

Harga tanah
dan lokasi rumah sangat menentukan harga rumah bekas. | via
www.wartaonline.co.id
Metode ini
adalah metode paling umum yang digunakan oleh seseorang untuk menghitung harga
rumah bekas. Bisa dikatakan, metode ini yang pertama kali terpikirkan ketika
orang diminta untuk menghitung harga rumah bekas. Adapun rumus penting yang
perlu kita ketahui adalah:
Nilai Pasar
= Harga Tanah + Nilai Bangunan dan Sarana
Karena ini
adalah metode paling umum yang digunakan, maka bisa dipastikan anda bisa
melakukannya sendiri dalam waktu yang tidak lama. Pertama yang harus dilakukan
adalah kita memetakan dulu apa saja komponen rumah tersebut. Misalnya beberapa
komponen yang sangat signifikan adalah luas bangunan, luas tanah, bahan lantai,
kualitas bangunan, serta lokasi rumah. Perbedaan pada salah satu komponen saja
bisa menyebabkan perbedaan harga yang lumayan tinggi.
Untuk
mendapatkan nilai dari harga tanah, caranya cukup sederhana. Anda hanya perlu
melihat harga pasaran tanah di daerah anda dengan cara survei. Tanyalah secara
langsung ke orang-orang yang bertempat tinggal di sekitar lokasi rumah.
Tanyalah berapa harga pasaran tanah tersebut. Setelah anda menemukan harga yang
berlaku, kemudian kalikan dengan luas tanah yang ada.
Misal, harga
tanah di lokasi sekitar rumah adalah Rp 2 juta/meter persegi. Sedangkan luas
tanah pada rumah tersebut adalah 100 meter persegi. Maka didapatkan harga tanah
adalah 100 m persegi x Rp 2 juta = Rp 200 juta.
Kemudian
untuk mendapatkan nilai bangunan, anda memang harus melakukan sejumlah usaha
sedikit lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Mengapa? Karena bangunan tersebut
mengandung komponen yang begitu bervariasi. Maka seringkali tips yang
disarankan adalah menanyakan langsung kepada kontraktor perumahan untuk
menghitungnya supaya bisa lebih akurat.
Kendati
begitu, ada baiknya kita tetap tahu. Pada awalnya kita menggunakan metode yang
sama. Misal, luas bangunan yang ada adalah 70 meter persegi dengan harga Rp 2
juta per meter persegi. Kita bisa mendapatkan angka Rp 140 juta dari hasil
perkalian tersebut. Namun itu saja tidak cukup, karena masih ada komponen
sarana pelengkap yang ada. Misalnya, apa saja fasilitas yang disediakan rumah
tersebut, apakah sambungan telepon, sofa, air panas.
Hingga yang
seringkali sulit dihitung adalah material rumah. Yang paling terlihat
barangkali adalah lantai. Ada rumah yang menggunakan lantai marmer, ada yang
keramik biasa, ada keramik mahal, dan lain sebagainya. Komponen tersebut
bagaimanapun akan memengaruhi harga rumah. Katakanlah, harga komponen pelengkap
itu sekitar Rp 30 juta.
Maka
didapatkan nilai pasar = Rp 200 juta + Rp 140 juta + Rp 30 juta = Rp 370
juta.
Nah, jadi
menggunakan salah satu metode saja, kita bisa menaksir harga rumah sekitar Rp
370 juta.
:: Metode
Perbandingan Harga Pasar

Kita bisa
melihat rumah setipa pada lokasi yang sama untuk membandingkan harga. | via
www.namcom.biz
Poin penting
dari metode ini sebenarnya sangatlah sederhana—kalau tidak bisa dikatakan
terlalu sederhana. Bila pada metode sebelumnya kita melihat harga sebuah rumah
dengan cara membedah komponen-komponen rumah tersebut mulai dari harga tanah
hingga harga komponen pelengkap. Namun metode ini tidaklah demikian, begitu
sederhana saja. Metode ini menganjurkan ketika anda melihat sebuah rumah (atau
rumah anda sendiri) anda tinggal mencari harga rumah yang memiliki tipe yang
kira-kira sama di sekitar lokasi tersebut. Bila perlu jangan hanya menanyai
satu rumah saja, tetapi pilihlah beberapa rumah untuk referensi supaya
penghitungan itu lebih mendekati keakuratan yang anda harapkan. Sederhana
bukan? Jika pada metode sebelumnya anda benar-benar harus menghitung komponen,
pada metode ini anda harus getol melakukan survei.
:: Metode
Penghitungan Berdasarkan NJOP Rumah

NJOP bisa
anda gunakan sebagai alternatif cara menaksir harga rumah bekas, meskipun
seringkali tidak akurat. | via www.liputan6.com
Metode yang
berikut ini termasuk yang jarang digunakan, tetapi baik juga untuk kita
ketahui. Perlu diinformasikan terlebih dahulu, NJOP adalah singkatan dari nilai
jual objek pajak. Istilah ini muncul dalam peraturan perundang-undangan tentang
Pajak Bumi dan Bangunan. Definisi dari NJOP adalah harga rata-rata yang
diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi secara wajar. Ketika tidak ada
transaksi jual beli, besaran NJOP ditentukan melalui perbandingan harga dengan
objek lain yang sejenis, nilai perolehan baru, ataupun NJOP Pengganti. Biasanya
dari NJOP tersebut akan diperoleh informasi berapa meter persegi luas rumah dan
tanah, berikut harga per meternya. Namun ada satu hal yang memberatkan kita,
yaitu harga yang terpampang di sana seringkali berada di bawah harga pasar.
Inilah yang menyebabkan metode ini jadi jarang digunakan untuk menaksir harga
rumah.
::
Menggunakan Bantuan Appraisal
Ini adalah
metode terakhir yang bisa kami bagikan kepada anda, yaitu menggunakan bantuan
profesional yang telah berpengalaman. Seperti yang pada metode pertama tadi
kita mengetahui ada metode untuk meminta bantuan kontraktor perumahan untuk
menghitung harga rumah. Kali ini kita meminta bantuan appraisal dari pihak bank
yang telah terbiasa dan punya pengalaman panjang untnuk menaksir harga rumah.
Tentu saja kita perlu membayar jasa orang tersebut dengan harga yang sangat
bervariasi. Namun biasanya kita hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 300 ribu
hingga Rp 500 ribu untuk satu kali kegiatan penghitungan. Kelebihan yang
ditawarkan dari metode ini tentu saja soal kepraktisan dan keakuratan. Pertama,
kita tidak harus repot menghitung dan survei sana sini. Kedua, dibandingkan
dengan orang yang awam terhadap rumah dan penghitungannya, mereka memang jauh
lebih berpengalaman lantaran memang seperti itulah pekerjaan mereka
sehari-harinya.
Nah, itu
tadi empat macam metode yang bisa kita gunakan untuk menaksir harga rumah bekas
pakai. Kendati begitu ada catatan penting untuk kita ketahui soal kegiatan ini
dalam rangka menjadikan rumah sebagai agunan pinjaman. Misal, tadi kita
mendapat perkiraan harga rumah adalah sekitar Rp 370 juta. Hal pentingnya
adalah, rumah tentu saja memiliki nilai depresiasi, katakanlah sebesar Rp 20
juta. Maka sebenarnya harga rumah itu menjadi Rp 350 juta setelah dikurangi
dengan depresiasi. Dari harga rumah yang sebesar itu, maksimal pemilik rumah
biasanya hanya bisa maksimal mendapatkan pinjaman sebesar 80 persen dari harga
rumah. Belum lagi ditambah dengan pertimbangan soal kemampuan utang dari
seseorang. Maka meskipun agunan bernilai Rp 350 juta, tidak mungkin pinjamannya
bisa sampai seharga agunan tersebut. Bisa jadi anda hanya mendapatkan pinjaman
maksimal Rp 200 juta, tergantung dari penghitungan yang dilakukan oleh pihak
bank.
Semoga info
ini bermanfaat baik bagi anda yang hendak menjadikan rumah sebagai agunan
pinjaman, atau bagi anda yang ingin menjual (atau menyewakan) properti anda.
No comments:
Post a Comment