Saturday, 31 October 2015

REKONSISTENSI



REKONSISTENSI

Kita sering dalam hidup ini mengabaikan beberapa hal sederhana tapi sebenarnya sangat mendasar dalam nilai-nilai kehidupan,  terlebih agama. Misalnya saat kita belum menikah, ingin sekali segera menikah. Tapi ketika baru beberapa tahun atau beberapa bulan menikah, konsistensi kita tiba-tiba berubah dan sangat layak dipertanyakan, entah akibat kita yang mulai tidak  setia dengan pasangan, atau bahkan mengkhianati pernikahan itu. 

Begitu pula saat kita belum bekerja, ingin sekali kita segera mendapatkan pekerjaan yang kita idam-idamkan itu. Bahkan seakan-akan kita rela mengorbankan apa saja demi mencapai keinginan kita meraih pekerjaan  itu (padahal mestinya tidak seharusnya begitu). Tapi lihatlah, begitu kita sudah mendapatkan pekerjaan itu, hari demi hari kita lalui, bulan demi bulan kita lewati, banyak diantara kita mulai merasakan mengalami penurunan-penurunan; mulai penurunan gairah kerja, semangat dan etos kerja menurun, kepedulian terhadap pekerjaan tidak semembara awal dulu lagi, kedisiplinan mulai kendor, tanggung jawab terhadap profesionalisme kerja,lambat tapi pasti, mulai pudar, dan lain-lain. Pada saat-saat sepertu itulah kita telah mengalami inkonsistensi terhadap komitmen kita di awal dulu.

Jalan terbaik untuk memperbaiki diri saat kita berada pada situasi seperti itu adalah sebaiknya kita merekonsistensi diri. Bagi seorang pekerja (apapun profesinya) Sebaiknya ia bercermin kembali mengingatkan dirinya di masa-masa lalu. Betapa ia kala itu berada pada posisi yang butuh segera bekerja, karena ia sedang menganggur,sementara kebutuhan hidup dan berbagai macam keinginan seakan hendak terpenuhi semuanya padahal ia tak punya penghasilan apa-apa. Maka jadilah ia sebagai orang yang begitu antusias memburu setiap lowongan pekerjaan, melakukan lobi-lobi ke sana ke mari. Saat tes wawancara pun, berbagai janji loyal, penuh disiplin dan tanggung jawab, serta kata-kata dan ungkapan positif penuh kobaran semangat 45 ia sampaikan baik lewat surat lamaran, atau langsung kepada pewawancaranya, semuanya seolah menyatakan kesanggupannya untuk bisa bekerja dengan baik di institusi atau perusahaan itu dalam kondisi apapun dan situasi bagaimanapun, asalkan ia bisa diterima bekerja saat itu. Bahkan untuk memuluskan jalan agar bisa diterima, tak jarang cara-cara tak sehat pun bila perlu dilakukan.

Makanya, senyampang kita mau untuk bercermin kembali menyadari liku-liku dan proses kehidupan yang sudah kita lalui tidak lah begitu mudah, penuh perjuangan hingga akhirnya berhasil kita raih sebagai bagian dari karunia Tuhan yang harus kita syukuri sekecil dan sebesar apapun, maka haruskah kesyukuran itu kita pangkas bahkan kita tebang hanya disebabkan oleh riak-riak kehidupan di dalam pekerjaan kita. Haruskah karunia nikmat Tuhan telah yang sekian lama kita perjuangkan itu, kita ingkari dengan keluhan-keluhan kita sepanjang hari-hari kerja kita oleh ketidak puasan diri atas besaran gaji yang tidak cukup misalnya, ataukah karena peluang untuk menduduki jabatatan tertentu di institusi itu gagal karena diserobot orang lain padahal ia merasa lebih senior, atau ketidak puasan terhadap kebijakan menejemen perusahaan yang dianggap tidak adil, dan lain sebagainya. Haruskah rona-rona permasalahan kerja semisal itu semua akan mengurangi atau bahkan menghapus kesenangan dan kebahagiaan yang telah kita dapatkan sejak awal dulu. Di manakah itu kebahagiaan yang pernah kita alami saat pertama kali mendengar kabar lolos diterima kerja, di mana pula itu keceriaan yang pernah kita rasakan saat menikmati gaji pertama yang kita terima, di mana pula itu kebahagiaan yang pernah kita dapatkan saat sang bos menyalami kita atas penghargaan yang kita raih sebagai tenaga kerja muda berprestasi tahun itu, yang karenanya kita berhak atas berbagai bonus dari perusahaan. Demikianlah masa-masa itu seolah-olah kita berada di atas angin, sementara ada di sana orang-orang yang berkebalikan sekali keadaannya dengan kita, sangat kekurangan, sangat tidak beruntung, sangat termarjinalkan dan bahkan sangat menyedihkan.  

Dan memang demikianlah kehidupan ibarat dua sisi keping uang, kadang di atas, kadang di bawah, kadang bahagia, kadang sedih. Maka pada saat seperti itu bukan situasinya yang penting, tapi yang terpenting adalah bagaimana sikap menghadapi situasi yang kita alami. Apakah secara bijak ataukah secara emosional kita mensikapinya adalah menjadi faktor penentu hasil dari permasalahan yang kita hadapi.

Jika kita mensikapinya secara emosional, maka jadilah kita sosok yang gampang marah, tidak pernah merasa puas, merasa diri sebagai orang yang paling dirugikan, sementara orang lain serba beruntung, dan masih banyak perasaan-perasaan negatif lainnya. Namun sebaliknya, jika kita mau sedikit mengendurkan ego kita, bercermin dan melakukan flashback serta merenung terhadap makna dan perjalanan kehidupan kita selama ini, memikirkan tentang besaran kesenangan, kenikmatan, dan kebahagiaan yang telah kita enyam dibanding kesusahan, kegelisahan, bahkan kerugian yang telah kita alami, maka tidak menutup kemungkinan hal itu merupakan bagian dari upaya rekonsistensi kita untuk bisa bertindak lebih bijak, dan pada akhirnya kita menjadi pribadi yang siap menerima setiap keadaan yang ada, serta mudah memaklumi setiap kebijakan yang dikeluarkan perusahaan tempat kita bekerja, tanpa mengurangi kekritisan kita, namun selebihnya kita terima dengan prasangka baik dan perasaan syukur. Bukankah memang itu hakikat ajaran tertinggi bagi kita umat manusia? Tak bisa dipungkiri memang, faktor spiritualitas dan pengaruh lingkungan, baik keluarga, masyarakat tempat tinggal, apalagi lingkungan kerja adalah turut berperan memberikan support yang tidak sedikit terhadap pembentukan sikap bijak dan kedewasaan.

31 Oktober 2015
Luki Hakim

Saturday, 17 October 2015

MENYURUH ATAU MINTA TOLONG?



MENYURUH ATAU MINTA TOLONG?

Dua kata (frase) di atas terlihat berbeda, dan memang jelas berbeda. Secara substantif pun kedua kata tersebut harus dimaknai berbeda. Satu-satunya persamaannya adalah bahwa keduanya melibatkan orang lain untuk melakukan sesuatu buat diri si penyuruh atau peminta tolong. Adapun perbedaannya adalah; kata “MENYURUH” berarti butuh bantuan orang lain untuk melakukan sesuatu buat dirinya (si penyuruh), sementara si penyuruh sebetulnya mampu dan memiliki pengetahuan seandainy dia melakukannya sendiri. Cuma karena keterbatasan waktu atau kesempatan atau sekedar untuk meringankan tugas si penyuruh, maka dia butuh bantuan orang lain untuk melakukan hal yang diperintahkan.

Sementara, kata “MINTA TOLONG”, dua kata (frase) yang secara filosofis saja bisa ditafsirkn sebagai bentuk situasi ketergantungan atau ketidak mampuan. Oleh karena itu kata “MINTA TOLONG” berarti butuh bantuan orang lain untuk melakukan sesuatu buat diri si peminta, dan si peminta tolong ini memang tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan  untuk melakukannya sendiri. Oleh karena itu si peminta tolong ini situasinya adalah sangat bergantung pada kerja dan bantuan orang lain, walaupu sebenarnya si peminta tolong itu punya banyak waktu dan kesempatan untuk melakukannya, tapi dia memang berada pada posisi lemah yang tidak mampu dan tidak tahu bagaimana cara melakukannya.

Seorang ibu yang menugaskan anak tertuanya untuk menjaga adiknya yang tidur, sementara sang ibu pergi ke pasar, seorang guru yang menugaskan  muridnya untuk melakukan peragaan dialog bahasa indonesia  di depan kelas, seorang dokter yang menyuruh asistennya untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap pasiennya, atau seorang direktur yang memerintahkan sekretarisnya untuk mangagendakan setiap pertemuan yang akan dilakukannya, dll, adalah contoh-contoh tindakan menyuruh.

Baik seorang ibu yang menugaskan anak tertuanya, atau seorang guru yang menugaskan muridnya, atau seorang dokter yang menyuruh asistennya, bahkan seorang direktur yang memerintahkan sekretarisnya, sesungguhnya mereka semua adalah orang-orang yang mengerti dan mampu untuk melakukan tugas-tugas itu secara mandiri, namun kerena faktor keterbatasan waktu dan kesempatan, atau tuntutan pembagian job diskripsi, dll, yang mengharuskan mereka mengalihkan beban itu ke orang lain.

Sementara, seorang anak kecil yang meminta ibunya mengambilkan botol susu di atas meja, seorang pasien yang meminta perawatnya menyuapkan makanan ke dalam mulutnya, seorang tuna netra yang meminta pejalan kaki lain untuk menyeberangkannya, atau seorang musafir tersesat yang meminta petunjuk arah jalan kepada penduduk setempat, dll, adalah contoh-contoh tindakan minta tolong.

Baik seorang anak kecil yang meminta ibunya mengambilkan botol susu, seorang pasien yang meminta perawatnya menyuapkan makanan, seorang tuna netra yang meminta pejalan kaki lain menyeberangkannya, bahkan seorang musafir tersesat yang meminta petunjuk arah jalan, sesungguhnya mereka semua adalah orang-orang yang penuh dengan keterbatasan baik secara fisik ataupun kemampuan dan pengetahuan untuk bisa melakukan segala pekerjaan tersebut secara mandiri, walaupun mereka punya kesempatan dan waktu untuk melakukannya, namun karena ketidak berdayaannya, maka mereka harus menggantungkan harapan itu kepada orang lain. Tanpa bantuan orang lain itu, mereka tidak akan, atau setidaknya kurang mendapatkan apa-apa atau bahkan gagal dari tujuannya.

Sekarang kita sudah mengerti, atau anggaplah kita sudah sepakat bahwa ada perbedaan yang sangat signifikan dan substantif antara menyuruh dan minta tolong. Maka mari tengok fenomena yang terjadi di lingkungan keseharian kita, utamanya sebagai refleksi untuk diri kita yang senantiasa berinteraksi di masyarakat, baik di keluarga, lingkungan perumahan, bahkan di kantor tempat kita bekerja.

Betapa sering kita mendengar, atau melihat, atau bahkan jangan-jangan kita sendiri pernah melakukannya; Seorang menejer misalnya,  memerintahkan rekan kerjanya untuk membuatkan rancangan anggaran kunjungan kerja ke luar kota, sementara itu mestinya adalah bagian dari job diskripsi dia sebagai seorang menejer, tapi karena sang menejer tidak mampu, disebabkan keawamannya terhadap bagaimana mengawali dan menyusun anggaran yang benar dan valid, maka mau tidak mau dia harus menyerahkannya kepada yang lebih kompeten, dan itu sah-sah saja.

Atau contoh kasus lain; seorang guru yang memiliki tanggung jawab, salah satu diantaranya mampu menyusun perangkat persiapan pengajaran dan sekaligus melaksanakannya. Celakanya, entah karena alasan apa, sang guru ternyata tak mengerti bagaimana memulai dan cara menyusun perangkat persiapan pengajaran yang tepat dan benar, maka ia meminta bantuan kepada rekan sesama guru yang lebih mengerti untuk membuatkannya.

Contoh kasus lain, seseorang yang terlanjur sudah diangkat sebagai pimpinan di sebuah perusahaaan, ternyata dia harus menyerahkan sebagian tugas dan beban tanggung jawabnya kepada bawahannya, bukan karena sang pimpinan tak memiliki waktu dan kesempatan, tapi karena sang pimpinan merasa bingung atas ketidak mengertiannya, sehingga harus menyerahkannya kepada bawahannya yang lebih mengerti, sekalipun itu bukan merupakan bagian dari tugas sang bawahan.

Masih banyak contoh kasus lain yang serupa dengan tiga contoh kasus di atas, bahkan terlalu banyak mungkin orang-orang  yang terlalu mengandalkan orang lain untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya, disebabkan bukan karena tidak adanya kesempatan, tapi lebih karena ketidak mampuan dan keterbatasan pengetahuan dan ketrampilan (unskill worker), dan di Indonesia terlalu banyak model-model unskill worker semacam ini. Maka kita tidak perlu heran jika ada orang orang dengan jabatan tinggi dan sederet titel di belakang namanya menambah keharuman dan kemulyaan sang pemilik nama, tapi bekerjanya tidak maksimal, membuat konsep tidak bisa, membuat program tak mampu, bahkan (mohon maaf) terlalu gaptek, dan mengoperasikan computer saja tidak bisa, tapi semua pekerjaannya selalu rampung ketika dimintai pertanggung jawaban secara formal, karena semuanya sudah dikerjakan oleh orang lain, entah itu asisten pribadi, pembantu,  atau yang lain. Ini memang sangat lazim terjadi, terlebih di negara berkembang seperti Indonesia yang masih sangat mengedepankan azas formalitas, bukannya kredibilitas dan profesionalisme.

Saya sudah lama mendengar dari teman-teman yang pernah berkunjung ke luar negeri, mereka baru bisa melihat, mendengar, dan merasakan bahwa katanya; orang-orang luar negri itu (utamanya di Negara maju) sangat mengedepankan etos kerja, bukan sekedar formalitas. Makanya, (masih kata teman tadi) kalau di luar negri itu, satu orang pekerja sudah terbiasa melakukan sendiri beberapa pekerjaan dalam waktu yang sama, dan hasilnya pun sangat optimal. Sementara di Indonesia tidak sedikit para pekerja yang secara berjamaah bekerja hanya untuk menyelesaikan satu pekerjaan, dan itu pun kadang tidak jelas kapan bakal selesai, dan jika selesai pun seringkali tidak optimal hasilnya.  Betapa tidak efisiennya cara kerja pekerja bangsa kita, begitu kata teman saya dengan nada bercanda.

Persoalan terjadi ketika seseorang yang menggantungkan pekerjaannya itu kepada orang lain (dalam arti kata minta tolong, bukannya menyuruh) karena persoalan unskill worker tadi, tiba-tiba mengatakan dengan bangganya; O pekerjaan saya sudah selesai, kan saya sudah menyuruh anak buah saya menyelesaikannya.

Coba perhatikan; dia mengatakan ;  saya sudah menyuruh (bukan minta tolong), padahal dia sendiri tidak mengerti bagaimana caranya ketika dia harus melakukan sendiri pekerjaan itu. Kedua, padahal pekerjaan itu masih merupakan tugasnya dan masih dalam job diskripsinya. Ketiga, ini yang lebih parah, kalau sekiranya karena semua tugas-tugas yang diembankan kepadanya itulah, maka ia digaji oleh institusi atau perusahaan di mana dia bekerja, sementara beberapa atau bahkan banyak dari tugasnya itu bukan dari upaya penyelesaiannya sendiri, tapi dibebankan kepada orang lain karena persoalan unskill worker tadi, sementara orang lain itu tidak mendapatkan kompensasi honor darinya, bahkan gaji bulanan semuanya masuk ke kantung si peminta tolong sendiri, maka hal yang seperti  ini jelas tidak bisa dibenarkan dilihat dari sudut pandang apapun. Hal ini berarti sudah dalam kategori makan gaji buta, bahkan bisa jadi termasuk dholim dalam bahasa agama.

Sikap yang  bijak demi melihat fenomena di atas adalah; mari kita mulai menyadari kekeliruan kita selama ini, sudah berapa kali kita meminta tolong kepada orang lain tanpa menyadari bahwa kita saat itu memang sedang minta tolong kepada orang lain, bukan memberikan perintah. Seharusnya pula kita sudah mulai memahami kapan harus menyuruh dan kapan saat harus meminta tolong, tentunya di waktu dan situasi yang tepat. Menyadari akan kekurangan dan keterbatasan diri kita sungguh adalah sikat berjiwa besar yang layak diacungi jempol sebagai tanda kita memiliki jiwa ksatria. Dan yang terakhir adalah sudah waktunya kita berusaha meng up grade diri terhadap kemampuan yang kita miliki, sehingga tidak selamanya kita selalu menggantungkan kepada orang lain secari membabi buta tanpa berani memberikan kompensasi apapun kepada orang lain itu atas segala tugas dan beban yang mestinya merupakan tanggung jawab kita. Kalau meng upgrade diri pun tidak mampu, maka langkah bijaknya adalah  melakukan resign (mengundurkan diri) dari institusi/perusahaan di mana kita bekerja, sebagai tindakan ksatria dan tanggung jawab moral diri kita agar institusi/perusahaan itu tidak terbebani oleh kehadiran kita yang tidak proporsional, dan kitapun tidak terlalu lama menjadi bahan tertawaan para rekan kerja di sana tanpa kita menyadarinya karena kita sibuk mengedepankan ego dan kejumawaan yang tak pernah ada habisnya.
Gresik, 17 Oktober 2015

Friday, 2 October 2015

PROGRAM KERJA UTS GANJIL TAPEL 2015/2016 SMP YPI SARUSSALAM 1 CERME GRESIK



PROGRAM KERJA ULANGAN TENGAH SEMESTER (UTS) GASAL

TAHUN PELAJARAN 2015/2016




 
















Disusun oleh :

LUKMAN HAKIM, S.Pd





YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM (YPI) DARUSSALAM
SMP YPI DARUSSALAM 1 CERME - GRESIK

Jl. Raya Pasar Cerme Lor No.03 Cerme – Gresik, 61171
Telp./Fax (031)7990130 email : smpdarussalam1cerme@gmail.com
Website : smp1.ypidarussalamcerme.sch.id





PROGRAM KERJA
ULANGAN TENGAH SEMESTER (UTS) GANJIL
SMP YPI DARUSSALAM 1 CERME
TAHUN PELAJARAN 2015/2016

A.    Latar Belakang
Pendidikan sebagai suatu sistem yang di dalamnya terjadi proses yang saling keterkaitan diantara komponen – komponen yang ada, diperlukan pula adanya perencanaan yang sistematis, terpadu dan terarah.
Perencanaan sekolah itu perlu didukung dengan data yang menggambarkan kondisi sekolah serta melibatkan semua unsur yang ada di sekolah termasuk lingkungannya.
KBM akan dapat diketahui hasilnya manakala implementasinya sesuai prosedur pengajaran yang benar sebagaimana rencana awal dan  dilaksanakan evaluasi, hal ini untuk mengetahui tingkat ketercapaian selama pembelajaran yang dialami siswa serta sebagai bahan laporan kepada orang tua, maka media yang diberlakukan diantaranya pelaksanaan Ulangan Tengah Semester Ganjil sebagai tes pertengahan kegiatan belajar dalam rentang satu semester.
Agar pelaksanaan Ulangan Tengah Semester Ganjil dapat berjalan lancar dan tertib, maka perlu dibuat Program Kegiatan Ulangan Tengah Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2015/2016, sebagai acuan pelaksanaan kegiatan.

B.     Dasar Penyelenggaraan
Dasar pelaksanaan Ulangan Tengah Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2015/2016 SMP YPI Darussalam 1 Cerme adalah :
1.      Permen Diknas Nomor 20 Tahun 2007 Tentang Standar Penilaian Pendidikan.
2.      Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2015/2016.
3.      Program Kerja Sekolah Tahun Pelajaran 2015/2016.
4.      Progran Kerja Kurikulum Tahun Pelajaran 2015/2016.

C.    Bentuk Kegiatan
Ulangan Tengah Semester Ganjil Tahun Pelajaan 2015/2016

D.    Maksud  dan Tujuan
1.      Untuk memperoleh informasi tentang mutu dan hasil pembelajaran di SMP YPI Darussalam 1 Cerme Gresik.
2.      Sebagai alat untuk mengetahui ketuntasan terhadap Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar sesuai Kriteria Ketuntasan Minimal masing-masing Mata Pelajaran yang belum diujikan atau belum sempat diujikan.
3.      Sebagai alat untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa yang dituangkan dalam laporan hasil belajar dan sebagai  salah satu komponen nilai semester ganjil.
4.      Memperoleh umpan balik bagi sekolah dalam penyempurnaan program dan upaya peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
5.      Menjadi salah satu bahan untuk memperoleh nilai Pengetahuan dan Pemahaman Konsep (PPK)  dan Pratik terhadap Kompetensi Dasar yang belum diujikan
6.      Menjadi salah satu faktor bahan penentuan kebijakan pembinaan sekolah


E.     Pelaksanaan
No.
Nama Kegiatan
Waktu
1.
Rapat pembentukan Panitia Ulangan Tengah Semester
26 September 2015
2.
Penyusunan dan penyerahan Kisi-Kisi dan Naskah Soal dalam bentuk soft copy
28 September – 6 Oktober 2015
3.
Penggandaan, Perakitan dan Pengepakan Soal
7 – 10 Oktober 2015
4.
Pelaksanaan Ulangan Tengah Semester (UTS)
12 – 19 Oktober 2015
5.
Penerimaan Raport Sisipan
24 Oktober 2015

F.     Ketentuan Penyusunan Kisi-Kisi dan Naskah Soal
1.      Kisi-kisi soal harus sesuai dengan naskah soal yang dibuat.
2.      Bentuk soal uraian terdiri atas 10 soal.
3.      Alokasi waktu pelaksanaan ulangan:
      a. 75’ untuk mata pelajaran NAS (B.Indonesia, Matematika, B Inggris, IPA)
      b. 60’ selain mata pelajaran NAS
4.      Semua kisi-kisi dan naskah soal harus diserahkan ke TU urusan Kurikulum terakhir tanggal 6 Oktober 2015 Pukul 11.30 WIB.

G.    Lokasi, Peserta dan Waktu
1.      Lokasi Ruang Kegiatan Belajar Mengajar SMP YPI Darussalam 1 Cerme Gresik, Telepon. (031) 7990130, Gresik 61171.
2.      Ruang Pelaksanaan Ulangan Tengah Semester Ganjil  adalah 17 Ruang Belajar
3.      Peserta :         
a.       Kelas VII                   :           172  Siswa
b.      Kelas VIII                  :           200  Siswa
c.       Kelas IX                     :           178  Siswa
      Total jumlah siswa      :           550  Siswa, dengan rincian sebagai berikut:
NO
KELAS
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
JUMLAH
1
VII A



2
VII B



3
VII C



4
VII D



5
VII E



J U M L A H


172
6
VIII A



7
VIII B



8
VIII C



9
VIII D



10
VIII E



11
VIII F



J U M L A H


200
12
IX A



13
IX B



14
IX C



15
IX D



16
IX E



17
IX F



J U M L A H


178
JUMLAH KESELURUHAN


550

4.      Waktu Pelaksanaan : 12 – 19 Oktober 2015            
H.  Mata pelajaran
    Mata pelajaran yang diujikan pada Ulangan Tengah Semester Ganjil meliputi :
1.      PPKn
2.      Bahasa Inggris
3.      Bahasa Indonesia
4.      Matematika
5.      IPA
6.      IPS
7.      Pendidikan Jasmani dan kesehatan (Penjaskes)
8.      Bahasa Daerah
9.      Seni Budaya
10.  Al Qur’an Hadist
11.  Aswaja
12.  Aqidah Akhlaq
13.  Fiqih
14.  Sejarah Kebudayaan. Islam
15.  Bahasa Arab
16.  Teknologi Informasi dan Telekomunikasi (TIK)
17.  Pendidikan Lingkungan Hidup
18.  Pendidikan Agama islam

I. Kepengawasan
    a. Setiap ruangan diawasi oleh 1 (satu) orang pengawas
    b. Jadwal pengaturan pengawasan diatur oleh sekolah

J. Pemeriksaan dan Pengolahan Nilai
Pemeriksaan hasil ulangan dan pengolahan nilai Ulangan Tengah Semester Ganjil dilakukan oleh guru  Mata pelajaran masing-masing yang disusun dalam daftar kumpulan nilai.

K. Tugas pengawas Ruangan
    a. Memberikan lembar soal dan lembar jawaban kepada setiap peserta ulangan
    b. Memeriksa semua kartu peserta ulangan dan juga kelengkapan alat tulis menulis
    c. Mengisi daftar hadir peserta ulangan
    d. Mengawasi pelaksanaan ulangan di ruangan yang menjadi tanggung jawabnya
    e. Mengumpulkan kembali lembar jawaban dan menyerahkan kepada panitia bila      pelaksanaan ulangan telah selesai.

M.    Kepanitiaan
1
Penanggung Jawab
:  Khoirur Rozikin, S.Ag.
2
Ketua
:  Lukma Hakim, S.Pd
3
Sekretaris
:  Muqorobin, S.Ag.
4
Bendahara
:  Nurul Qomariyah
5.     Anggota                                        :  Sutrisno, S.Pd
            Ahmad Zamroni, S.Pd
                                                            Uswatun Chasanah
                                                                  Nur Sholihah
                                                                  Pratama Maulana Putra
                                                                  Ahmad Salim
                                                                  Bagus Edi Saputra

N.       Penyusun Kisi-Kisi, Naskah Soal dan Korektor
NO
NAMA
MATA PELAJARAN
PEMBUAT KISI- KISI DAN
NASKAH  SOAL (KELAS)
KOREKTOR
( KELAS )
1

KHOIRUR ROZIKIN, S.Ag.
P.A. ISLAM
9
9A. 9B, 9C
2

LUKMAN HAKIM, S.Pd.
B. INGGRIS
IPS
9
9D, 9E, 9F
8F
3

SUTRISNO, S.Pd.
PENJASKES
9
9A, 9B, 9C, 9D, 9E, 9F
4

AHMAD ZAMRONI, S.Pd.
B. DAERAH
IPS
9
9A, 9B, 9C, 9D, 9E, 9F
9B, 9D
5

MUQOROBIN, S.Ag.
P.A. ISLAM
SENI BUDAYA
IPS

9D, 9E, 9F
8C, 8F
8E, 9A, 9C
6

H. MOH. SAJI, SH. MM
IPS

8A
7

H. ABDUL ROHMAN, S.Pd.
FIQIH
QURDITS
9
9
9A, 9B, 9C, 9D, 9E, 9F
 9A, 9B, 9C, 9D, 9E, 9F
8

Hj. SITI AMINAH, S.Pd
B. INDONESIA
B. DAERAH
9
7E, 9C, 9D, 9E, 9F
7D, 7E
9

Hj. SITI ZAHROTUR R, S.Sos.M MPd.
IPS

8B
10

ASIYAH, S.Pd
IPA
7
7A, 7B, 7C, 7D, 7E
11

FATIMATUZ ZUHRO, SE
B. INGGRIS
7
7A, 7B, 7C, 7D, 7E, 9C
12

KALIMATUS SA‘DIYAH, S.Pd
IPS
PLH
CUTI
CUTI
13

Hj. NEMU LESTARI, S.Pd.
IPS
PLH

PKn
9
7
8
7C, 7E, 9E, 9F
7A, 7B, 7C, 7D, 7E
8A, 8B, 8C, 8D, 8E, 8F
7E
14

ANIK HUSNIYAH, S.Ag.
PAI

B. DAERAH
 7 DAN 8
7A, 7B, 7C, 7D, 7E, 8E,
8A, 8B, 8C, 8D, 8E, 8F
8A, 8B
15

ISNAWATI, SE
IPS
PKn
7 DAN 8
9
7A, 7B, 7D, 8C, 8D
7D, 9C, 9D, 9E, 9F
16

KARTONO, S.Pd
MATEMATIKA
9
8D, 8E, 8F, 9A, 9B, 9C, 9D
17

MARWIYATUL ISTIQOMAH, S.Pd.
B. INGGRIS
8
8A, 8B, 8C, 8D, 8E, 8F, 9A, 9B
18

Hj. LUTHFIYATUL ISTIANAH, ST.
TIK
8 DAN 9
8A, 8B, 8C, 8D, 8E, 8F
9A, 9B, 9C, 9D, 9E, 9F
19

MAS‘UD, S.Pd
PKn
7
7A, 7B, 7C
20

DANNY LISTIYOWATI, S.Pd
IPA
9
9C, 9D, 9E, 9F
21

QURROTUL FIDIANA, S.Si.
IPA
8
8A, 8B, 8C, 8D, 8E, 8F
22

MIFTAKHUL KHOIR, S.Pd.I.
B. ARAB
7, 8 DAN 9
7A, 7B, 7C, 7D, 7E
8A, 8B, 8C, 8D, 8E, 8F
9A, 9B, 9C, 9D, 9E, 9F
23

DEWI KARUNIAWATI, S.Pd
MATEMATIKA
 -
7E
24

ANGSORI, S.Pd.
PENJASKES

PLH
 7 DAN 8

9
7A, 7B, 7C, 7D, 7E
8A, 8B, 8C, 8D, 8E, 8F
9A, 9B, 9C, 9D, 9E, 9F
25

CHUSNUL AMIN, S.Pd.
PKn

SENI BUDAYA
8

7
8A, 8B, 8C, 8D, 8E, 8F, 9A, 9B
7A, 7B, 7C, 7D, 7E, 8A, 8B
26

IDA RAHMAWATI, S.Pd.
MATEMATIKA
8
8A, 8B, 8C, 9E, 9F
27

VENI MASRUCHA F, S.S.
B. INDONESIA
8
8A, 8B, 8C
28

KARTIKA NILARAHATI, S.Pd.
B. INDONESIA

8D, 8E, 8F
29

HUSNI FITHRIYAWAN, S.Th.I
FIQIH
QURDITS
B. DAERAH
7
8
7
7A, 7B, 7C, 7D, 7E
8A, 8B, 8C, 8D, 8E, 8F
7A, 7B, 7C
30

ILMATUS SA’DIYAH, S.Pd.
B. INDONESIA
TIK
7
7A, 7B, 7C, 7D, 9A, 9B
7A, 7B
31

INDAH JAMIYATUL MAHMUDAH, S.Pd.
MATEMATIKA
TIK
7
7
7A, 7B, 7C, 7D
7C, 7D, 7E
32

RENI KARTIKA WULANDARI, S,Pd.
B. DAERAH
8
8C, 8D, 8E, 8F
33

MAR‘ATUS SA‘ADAH, S.Pd.I.
ASWAJA


SKI
7, 8, DAN 9


7
7A, 7B, 7C, 7D, 7E
8A, 8B, 8C, 8D, 8E, 8F
9A, 9B, 9C, 9D, 9E, 9F
7A, 7B, 7C, 7D, 7E
34

SYAIFUR RAHMAN, S.Pd.I.
AQIDAH


SKI
7, 8, DAN 9


8 DAN 9
7A, 7B, 7C, 7D, 7E
8A, 8B, 8C, 8D, 8E, 8F
9A, 9B, 9C, 9D, 9E, 9F
8A, 8B, 8C, 8D, 8E, 8F
9A, 9B, 9C, 9D, 9E, 9F
35

ARIF FAHMI, S.Pd.
SENI BUDAYA
8 DAN 9
8D, 8E,
9A, 9B, 9C, 9D, 9E, 9F
36

YENI SAFITRI, S.Pd.
IPA

9A, 9B

O.      Sumber Dana
Dana BOS SMP YPI darussalam 1 Cerme Gresik Tahun Pelajaran 2015/2016.

P.    Penutup
Program    penyelenggaraan   Ulangan Tengah Semester Ganjil SMP YPI Darussalam 1 Cerme – Gresik tahun pelajaran 2015 – 2016 ini dibuat sebagai pedoman pelaksanaan Ulangan Tengah Semester Ganjil, dengan maksud agar semua pihak yang terlibat dalam kegiatan Ulangan Tengah Semester Ganjil ini dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan sebaik – baiknya.
Adapun hal – hal yang belum   diatur    dalam   buku  program ini akan disampaikan lebih lanjut sesuai dengan peraturan atau petunjuk teknis pelaksanaan ulangan yang berlaku.

Gresik, 12 September 2015
Mengetahui
Kepala Sekolah,                                                                                            Waka Kurikulum,


KHOIRUR ROZIKIN, S.Ag.                                                        LUKMAN HAKIM, S.Pd.
LAMPIRAN

Lampiran 1   : Daftar Hadir peserta UTS
Lampiran 2   : Daftar Hadir Pengawas UTS
Lampiran 3   : Diskripsi Kerja Panitia UTS
Lampiran 4   : Daftar nama pembuat kisi-kisi, kartu, dan soal UTS
Lampiran 5   : Jadwal UTS dan Kepengawasan
Lampiran 6   : Daftar Korektor UTS









Text Box: LAMPIRAN 1 


Text Box: LAMPIRAN 2
DAFTAR HADIR PESERTA
ULANGAN TENGAH SEMESTER GANJIL
SMP YPI DARUSSALAM 1 CERME
TAHUN PELAJARAN 2015 – 2016

HARI                     : .........................................                     MAPEL                 : .......................................
TANGGAL           : .........................................                     RUANG                : .......................................
NOMOR
NAMA SISWA
KELAS
TANDA TANGAN
URUT
PESERTA
1



1
2



2
3



3
4



4
5



5
6



6
7



7
8



8
9



9
10



10
11



11
12



12
13



13
14



14
15



15
16



16
17



17

Cerme, ..........................................
Pengawas



.........................................................
DAFTAR HADIR PENGAWAS
ULANGAN TENGAH SEMESTER GANJIL
SMP YPI DARUSSALAM 1 CERME
TAHUN PELAJARAN 2015 – 2016

HARI                     : .........................................                     MAPEL                 : .......................................
TANGGAL           : .........................................                     JAM KE                : .......................................

NO
NAMA
KODE
TANDA TANGAN
1


1
2


2
3


3
4


4
5


5
6


6
7


7
8


8
9


9
10


10
11


11
12


12
13


13
14


14
15


15
16


16
17


17

Cerme, ..........................................
                        Kord. Pengawas



..........................................................
Text Box: LAMPIRAN 3DISKRIPSI KERJA
PANITIA ULANGAN TENGAH SEMESTER GANJIL
SMP YPI DARUSSALAM 1 CERME – GRESIK
TAHUN PELAJARAN 2015 – 2016

JABATAN
TUGAS
KETUA
1.      Memimpin rapat persiapan ulangan
2.      Melengkapi kepanitiaan UTS Ganjil
3.      Menyusun Job Description
4.      Mengkoordinasi Penyusunan Soal Ulangan Tengah Semester
5.      Bertanggung jawab atas pelaksanaan Ulangan Tengah Semester Ganjil
6.      Membuat laporan
SEKRETARIS
1.      Mengerjakan tugas – tugas administrasi (absensi pengawas, absensi siswa, Daftar nilai Ulangan Tengah Semester Ganjil)
2.      Mengumpulkan data administrasi
3.      Menyusun program
4.      Menyusun jadwal pengawas
5.      Menyusun laporan
6.      Mengikuti rapat – rapat
BENDAHARA
1.      Menyusun anggaran UTS Ganjil
2.      Menghimpun dana UTS Ganjil
3.      Menyusun dan membuat laporan keuangan
4.      Membuat laporan
5.      Mengikuti rapat – rapat
ANGGOTA
1.      Membantu tugas pengurus inti
2.      Mengikuti rapat – rapat
3.      Distribusi Soal Ulangan Tengah Semester Ganjil







Text Box: LAMPIRAN 4DAFTAR NAMA PEMBUATAN KISI-KISI SOAL, KARTU SOAL DAN SOAL
ULANGAN TENGAH SEMESTER (UTS) GANJIL
TAHUN PELAJARAN 2015 – 2016
NO
MATA PELAJARAN
KELAS
VII
VIII
IX
1
PPKn
Mas’ud, S.Pd.
Chusnul Amin, S.Pd.
Isnawati, SE.
2
Bahasa Inggris
Fatimatuz Zuhro, SE.
Marwiyatul Istiqomah, S.Pd.
Lukman Hakim, S.Pd.
3
Bahasa Indonesia
Ilmatus Sa’diyah, S.Pd.
Veny Masruchah, F.S.S
Hj. Siti Aminah, S.Pd.
4
Matematika
Indah Jamiyatul M, S.Pd.
Ida Rahmawati, S.Pd.
Kartono, S.Pd.
5
IPA
Asiyah, S.Pd.
Qurrotul F, S.SI/Endang, S.Pd
Danny Listiyowati, S.Pd.
6
IPS
Hj. Nemu Lestari, S.Pd.
Isnawati, SE.
Isnawati, SE.
7
Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
Angsori, S.Pd.
Angsori, S.Pd.
Sutrisno, S.Pd.
8
Bahasa Daerah
Husni Fitriyawan, S.Th.I
Rennyi Kartika W, S.Pd
Ahmad Zamroni, S.Pd
9
Seni Budaya
Cusnul Amin, S.Pd
Arif Fahmi, S.Pd.
Arif Fahmi, S.Pd.
10
Al-Qur’an Hadits
Husni Fitriyawan, S.Th.I
Husni Fitriyawan, S.Th.I
H. Abdul Rohman, S.Pd.
11
Aswaja
Mar’atus Sa’adah, S.Pd.I
Mar’atus Sa’adah, S.Pd.I
Mar’atus Sa’adah, S.Pd.I
12
Akhidah Akhlak
Syaifur Rohman, S.Pd.I
Syaifur Rohman, S.Pd.I
Syaifur Rohman, S.Pd.I
13
Fiqih
Husni Fitriyawan, S.Th.I
Husni Fitriyawan, S.Th.I
H. Abdul Rohman, S.Pd.
14
Sejarah Kebudayaan Islam
Mar’atus Sa’adah, S.Pd.I
Syaifur Rohman, S.Pd.I
Syaifur Rohman, S.Pd.I
15
Bahasa Arab
Miftakhul Khoir, S.Pd.
Miftakhul Khoir, S.Pd.
Miftakhul Khoir, S.Pd.
16
Teknologi Informasi & Telekomunikasi
Indah Jamiyatul M, S.Pd.
Hj. Lutfiyatul Isti’anah, ST.
Hj. Lutfiyatul Isti’anah, ST.
17
Pendidikan Lingkungan Hidup
Nemu Lestari, S.Pd
Nemu Lestari, S.Pd
Angsori, S.Pd.
18
Pendidikan Agama Islam
Anik Husniyah, S.Ag
Anik Husniyah, S.Ag
Khoirur Rozikin, S.Pd.

NB: 1. Kisi-kisi, kartu dan soal dalam bentuk soft copi ditambah print out kisi-kisi dan kartu soal satu kali, diserahkan ke TU paling lambat tanggal 6 Oktober 2015 jam 11 30

Mengetahui,                                                                                                   Gresik, 11 September 2015
Description: F:\Dokumen Sekolah dan TANDA TANGAN KEPSEK\tanda tangan pak rozikin.pngKepala SMP YPI Darussalam 1                                                                                  Waka Kurikulum


KHOIRUR ROZIKIN, S.Ag                                                                     LUKMAN HAKIM, S.Pd