Guru profesional mengajar dengan ilmunya
Guru picisan mengajar dengan ala kadarnya
Guru profesional berusaha terus berkembang
Guru picisan diam di tempat dan cenderung ketinggalan zaman
Guru profesional menggali dan membangkitkan potensi siswanya
Guru picisan menghambat bahkan mengebirinya
Guru profesional tak berhenti hanya pada penganugerahan SERTIFIKASI
Guru picisan menganggapnya sebagai titik aman
Guru profesional mamahami profesinya bagian dari upaya menggubah umat
Guru picisan memahaminya sebatas alat pencari nafkah
Guru profesional mengajar sekaligus mendidik
Guru picisan mengajar sebatas mentransfer pengetahuan
Guru profesional memiliki kedalamn ilmu dan wawasan
Guru picisan berbeda dengan siswa hanya sehari lebih tahu duluan
Guru profesional mengajar dengan hati
Guru picisan mengajar dengan emosi
Guru profesional bekerja dengan proses yang benar
Guru picisan bekerja semau gue tanpa aturan
Guru profesional bekerja dengan program
Guru picisan bekerja tanpa mengerti arah dan tujuan
Guru profesional masuk kelas dengan khas senyum ketulusan
Guru picisan pasang strategi tampang seram
Guru profesional pandai mengelola kelas dan siswanya
Guru picisan membiarkan dirinya terkelola oleh suasana kelas dan siswa
Saat masuk kelas, Guru profesional berkata,"Aku akan menemui calon-calon ilmuwan".
Guru picisan berkata,"Aku akan bertemu lagi dengan biang keonaran".
Guru profesional masuk kelas dengan segudang motivasi dan harapan
Guru picisan masuk kelas dengan berbagai pikiran apatis dan keputus asaan
Guru profesional berkata,"Itu memang sulit, tapi masih bisa diupayakan."
Guru picisan berkata,"Itu memang bisa, tapi sangat sulit."
Guru profesional itu pintar, pintar, dan memang pandai
Guru picisan itu pintar, pintar, tapi sesungguhnya bodoh
Guru profesional selalu melihat peluang pada setiap masalah
Guru picisan selalu melihat masalah dalam setiap peluang
Guru profesional selalu menjadi bagian dari solusi
Guru picisan seringkali menjadi bagian dari masalah
Guru profesional menghadapi masalah dengan akal sehat dan kedewasaan
Guru picisan menghadapinya dengan emosional dan cenderung kekanak-kanakan
Guru profesional selalu berupaya menjadikan dirinya tauladan bagi siswa
Guru picisan membiarkan dirinya terjerembab mengkhianati sendiri ucapannya
Guru profesional akrab dengan bacaan dan tontonan yang membangkitkan hati dan kedewasaan
Guru picisan sibuk mengisi hari-harinya dengan bacaan dan tontonan seronok serta roman picisan
Guru profesional memiliki karakter dan kepribadian
Guru picisan seringkali latah dan lkut-lkutan
Guru profesional penuh dengan inisiatif, kreatif
Guru picisan berada dalam ketidak jelasan
Guru profesional berbicara tegas, lugas bermuatan hikmah dan mutiara kehidupan
Guru picisan berbicara berbeli-belit berisi pepesan kosong belaka, tak bermakna
Guru profesional bekerja dengan waktu, disiplin, mengoptimalkannya
Guru picisan bekerja sembrono, menngulur-ulur waktu, bahkan menyia-nyiakannya
Guru profesional disegani, dihormati karena kedalaman ilmu dan kebersahajaannya
Guru picisan ditakuti, direndahkan karena otoriter dan kangkuhannya
Guru profesional bangga, menikmati, mensyukuri profesinya
Guru picisan sebatas menjalani karena tak ada lagi pilihan
BAGAIMANA DG YTH BAPAK/IBU GURU?
Gresik, 17 April 2013
Luki Hakim
BAD TEACHER TELS
ReplyDeleteGOOD TEACHER SHOWS
BEST TEACHER INSPIRES