Saturday, 6 April 2013

GURU PROFESIONAL VS GURU PICISAN

Guru profesional mengajar dengan ilmunya
Guru picisan mengajar dengan ala kadarnya

Guru profesional berusaha terus berkembang
Guru picisan diam di tempat dan cenderung ketinggalan zaman

Guru profesional menggali dan membangkitkan potensi siswanya
Guru picisan menghambat bahkan mengebirinya

Guru profesional  tak berhenti hanya pada penganugerahan SERTIFIKASI
Guru picisan menganggapnya sebagai titik aman

Guru profesional mamahami profesinya bagian dari upaya menggubah umat
Guru picisan memahaminya sebatas alat pencari nafkah

Guru profesional mengajar sekaligus mendidik
Guru picisan mengajar sebatas mentransfer pengetahuan

Guru profesional memiliki kedalamn ilmu dan wawasan
Guru picisan berbeda dengan siswa hanya sehari lebih tahu duluan

Guru profesional mengajar dengan hati
Guru picisan mengajar dengan emosi

Guru profesional bekerja dengan proses yang benar
Guru picisan bekerja  semau gue tanpa aturan

Guru profesional bekerja dengan program
Guru picisan bekerja tanpa mengerti arah dan tujuan

Guru profesional masuk kelas dengan khas senyum ketulusan
Guru picisan pasang strategi tampang seram

Guru profesional pandai mengelola kelas dan siswanya
Guru picisan membiarkan dirinya terkelola oleh suasana kelas dan siswa

Saat masuk kelas, Guru profesional berkata,"Aku akan menemui calon-calon ilmuwan".
Guru picisan berkata,"Aku akan bertemu lagi dengan biang keonaran".

Guru profesional masuk kelas dengan segudang motivasi dan harapan
Guru picisan masuk kelas dengan berbagai pikiran apatis dan keputus asaan

Guru profesional berkata,"Itu memang sulit, tapi masih bisa diupayakan."
Guru picisan berkata,"Itu memang bisa, tapi sangat sulit."

Guru profesional itu pintar, pintar, dan memang pandai
Guru picisan itu pintar, pintar, tapi sesungguhnya bodoh

Guru profesional selalu melihat peluang pada setiap masalah
Guru picisan selalu melihat masalah dalam setiap peluang

Guru profesional selalu menjadi bagian dari solusi
Guru picisan seringkali menjadi bagian dari masalah

Guru profesional menghadapi masalah dengan akal sehat dan kedewasaan
Guru picisan menghadapinya dengan emosional dan cenderung kekanak-kanakan

Guru profesional selalu berupaya menjadikan dirinya  tauladan bagi siswa
Guru picisan membiarkan dirinya terjerembab mengkhianati sendiri ucapannya

Guru profesional akrab dengan bacaan dan tontonan yang membangkitkan hati dan kedewasaan
Guru picisan sibuk mengisi hari-harinya dengan bacaan dan tontonan seronok serta roman picisan

Guru profesional memiliki karakter dan kepribadian
Guru picisan seringkali latah dan lkut-lkutan

Guru profesional penuh dengan inisiatif, kreatif
Guru picisan berada dalam ketidak jelasan

Guru profesional berbicara tegas, lugas bermuatan hikmah dan mutiara kehidupan
Guru picisan berbicara berbeli-belit  berisi pepesan kosong belaka, tak bermakna

Guru profesional bekerja dengan waktu, disiplin, mengoptimalkannya
Guru picisan bekerja sembrono, menngulur-ulur waktu, bahkan menyia-nyiakannya

Guru profesional disegani, dihormati karena kedalaman ilmu dan kebersahajaannya
Guru picisan ditakuti, direndahkan karena otoriter dan kangkuhannya

Guru profesional bangga, menikmati, mensyukuri profesinya
Guru picisan sebatas menjalani karena tak ada lagi pilihan

BAGAIMANA DG YTH BAPAK/IBU GURU?

Gresik, 17 April 2013
Luki Hakim


1 comment:

  1. BAD TEACHER TELS
    GOOD TEACHER SHOWS
    BEST TEACHER INSPIRES

    ReplyDelete